Dasar- Dasar dan Teknik Videografi - Pondok Editor

Dasar- Dasar dan Teknik Videografi

  • Bagikan


Pondok Editor – Orang yang bercerita haruslah menarik, tidak membosankan, tidak statis, dan kaku. Agar orang yang melihat atau menonton merasa nyaman dan bisa merasakan makna dari sebuah gambar yg akan kita sampaikan, Itulah alasan mengapa Videografi, ilmu yang mempelajari tata cara pengambilan gambar dibutuhkan. Karena video adalah susunan dari beberapa gambar atau frame.

Video yang menarik, haruslah memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat itu di rangkum dalam Videografi. Tidak jauh berbeda dengan teknik Fotografi, pentingnya pemahaman mengenai penggunaan kamera dan teknik pengambilan gambar saling terikat Terutama pada pengaturan Segitiga Exposure yakni Iso, Diafragma, dan Sutter Speed.

banner 728x90

Namun hal yang membedakan keduannya adalah, Videografi merupakan teknik pengambilan Gambar yang bergerak, lebih dari satu gambar atau frame, Maka dari itu ada beberapa hal yang ditambahkan khusus dalam Videografi, seperti teknik menggerakan kamera (Camera Movement) untuk menciptakan kesan, rasa dan mempercantik gambar.

Tidak hanya Framing dan Angle saja namun pengambilan gambar juga harus menggunakan komposisi yang pas. Kenapa harus ada komposisi ? karna dengan komposisi yang pas akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Berikut adalah beberapa komposisi dan hal yang harus dipahami dalam dunia Videografi,

1.  Shot Types
Tipe -Tipe shot atau pengambilan gambar yang akan kita gunakan. Setiap shot memiliki makna dan pesan masing-masing seperti,

A. Extreme Long Shot (ELS) :
Teknik pengambilan gambar, mencakup area yang luas dengan tujuan untuk menampilkan lokasi dan menunjukkan elemen di sekitar subjek utama dalam frame tanpa harus melihatkan subjek dengan jelas.

B. Long Shot (LS) :
Sama halnya dengan Extreme Long Shot, namun teknik ini menekankan keseluruhan subjek lebih jelas.

C. Full Shot (FS) :
Untuk memperkenalkan subjek dan apa yang sedang di lakukan oleh subjek serta menampilkan lingkungannya

D. Knee Shot (KS) :
Memperlihatkan aktivitas subjek dari lutut ke atas.

E. Medium Shot (MS) :
Memperlihatkan aktivitas subjek dari pinggang keatas dan lebih menunjukan ekspresi subjek.

F. Medium Close Up (MCU) :
Memperlihatkan aktivitas subjek dari dada keatas dan lebih menunjukan emosi subjek.

G. Close Up (CU) :
Memperlihatkan bagian bawah dagu keatas dan lebih menunjukan detail ekspresi subjek, namun tetap harus ada ruang di bagian atas kepala (Headroom)

H. Big Close Up (BCU) :
Sama halnya dengan Close Up, namun lebih memperlihatkan bagian bawah dagu sampai dahi dan tidak ada headroom.

I. Extreme Close Up (ECU) :
Untuk mendramatisasi ekspresi subjek hanya pada bagian spesifik tertentu seperti mata atau mulut saja.

J. Cut – In :
Untuk menunjukan detail gerak gerik subjek seperti tangan yang sedang mengetik.

K. Cut Away :
Shot tambahan sebagai jembatan antar shot yang kadang tidak berhubungan langsung.

L. Over The Shoulder (OTS) :
Digunakan saat dialog antara 2 subjek atau perspektif dari belakang bahu lawan bicara, memakai bahu subjek lain sebagai foreground.

M. Point Of View :
Menunjukan apa yang sedang dilihat subjek, agar penonton merasakan langsung apa yang sedang terjadi dalam scene.

2. Sudut Pandang Kamera ( Camera Angle)
Camera Angle ini mempengaruhi kesan atau karakter dari objek seperti,

A. Bird  Eye View :
Sudut pandang kamera tinggi dari atas seperti sudut pandang seekor burung, untuk menunjukan posisi atau pergerakan subjek dalam skala besar atau kolosal

B. High Angle :
Kamera ditempatkan lebih tinggi dan menunduk ke arah subjek, untuk mengesankan subjek yang kecil atau terintimidasi.

C. Eye level :
Kamera sejajar dengan mata subjek sebagai sudut pandang normal

D. Low angle :
Posisi kamera lebih rendah dari subjek dan mendongak keatas untuk menunjukan subjek terlihat besar atau mengintimidasi.

E. Frog eye view :
Kamera di tempatkan hampir menyentuh tanah seperti sudut pandang seekor katak dan mendongak kearah subjek untuk menunjukan kesan megah atau tinggi besar

F. Canted angle : 
Untuk efek dramatis menunjukan ketidakstabilan emosi subjek.

3. Hukum Sepertiga (Rul Of Thirds)
Prinsip dan teknik Fotografi yang juga digunakan dalam Videografi.

4. Bidang Pandang (Framing)
Sama halnya dengan Framing pada Fotografi, semua bidang pandang pada Videografi bertolak dari bidang pandang Fotografi.

5. Pergerakan Kamera (Camera movement)
Suatu hal yang paling membedakan Fotografi dengan Videografi ialah, Videografi menghasilkan gambar yang bergerak, maka dari itu, pergerakan kamera haruslah tersusun rapi dan smooth, guna menghasilkan video yang menarik untuk mendukung story telling dan menekankan cerita. Berikut adalah istilah pergerakan kamera (movement) dalam videografi :


A. Pan (Panning)
Pan adalah gerakan kamera pada satu sumbu secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

  • Pan right : Kamera bergerak memutar ke kanan
  • Pan left : Kamera bergerak memutar ke kiri

Gerakan Pan biasanya dilakukan untuk mengikuti subyek (orang yang sedang berjalan), mempertunjukkan suatu pandangan yang lebih luas secara menyeluruh.

Tips : Jangan melakukan panning tanpa motivasi atau tujuan. Sebelum melakukan panning hendaknya terlebih dahulu menentukan titik awal dan titik akhir dari shot (adegan) yang akan direkam. Apabila kita merekam adegan gerak seseorang yang sedang berjalan, berilah ruang kosong yang lebih longgar di depannya. Ruang kosong ini dinamakan leading space.

B. Tilt (Tilt Up / Tilt Down)
Tilting adalah gerakan kamera pada satu sumbu secara vertikal, mendongak dari bawah keatas atau sebaliknya.

  • Tilt up : Kamera bergerak mendongak ke atas
  • Tilt down : Kamera bergerak menunduk ke bawah

Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis dan mempertajam situasi.

Tips : Gerakan tilt ini sebaiknya ditentukan terlebih dahulu titik awal dan titik akhir shot.
C. Dolly/ Track
Dolly atau track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek.
  • Dolly in : Gerakan kamera mendekati subyek
  • Dolly out : Gerakan kamera menjauhi subyek.

D. Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik dan turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.

  • Pedestal up : Kamera dinaikkan
  • Pedestal down : Kamera diturunkan

Degan menggunakan teknik pedestal up/down kita bisa menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan.

E. Crane

Crane adalah gerakkan kamera di atas katrol naik turun, biasanya gerakan ini menggunakan alat yaitu jimmy jib.
F. Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, seperti gerakan kepiting, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.
  • Crab left : Kamera bergerak ke kiri
  • Crab right : Kamera bergerak ke kanan

G. Arc
Arc adalah gerakkan kamera memutar dan mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

H. Floating

Gerakan kamera movement atau shaking dengan memberikan efek tensi adegan, biasanya menggunakan alat yaitu Camera Rig.

I. Zoom
Beda dengan Camera Movement, zooming merupakan Lens Movement yaitu gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.

Zoom in : Mendekatkan obyek dari long shot ke close up
Zoom out : Menjauhkan obyek dari close up ke long shot
Teknik Dasar dan Cara Cepat Edit Video dengan Adobe Premier Pro
  • Bagikan
banner 800x200

Tinggalkan Balasan